JAKARTA , kritikpublik.id— Di tengah khidmatnya momentum Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, secara resmi meresmikan renovasi Museum Kesaktian Pancasila di kawasan Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Langkah ini menandai babak baru pelestarian sejarah nasional. Setelah berdiri kokoh selama lebih dari tiga dekade—sejak pertama kali diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 1 Oktober 1992—museum yang dahulu dikenal sebagai Museum Pengkhianatan PKI ini kini bertransformasi menghadirkan wajah yang jauh lebih modern, interaktif, dan relevan dengan generasi masa kini.
Sentuhan Teknologi Modern: Dari Diorama Video hingga Ruang Immersive
Usai memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026, Kepala Negara bersama Wapres Gibran dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon langsung bergerak meninjau sudut demi sudut museum.
Ada yang berbeda dari kunjungan kali ini. Museum tidak lagi sekadar memajang artefak bisu. Presiden Prabowo menyusuri rangkaian diorama sejarah yang kini diperkaya dengan tampilan layar video dinamis. Puncak peninjauan terjadi ketika Kepala Negara memasuki ruang immersive, di mana teknologi visual mutakhir menghidupkan kembali detik-detik peristiwa sejarah secara lebih nyata dan mendalam.
Tonggak Sejarah 1 Oktober: Simbol Keteguhan Ideologi Bangsa
Peresmian ini dikukuhkan melalui penandatanganan prasasti oleh Presiden Prabowo, tepat di tanggal yang sama dengan peresmian pertamanya 34 tahun silam.
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, Kamis, 1 Oktober 2026, dengan rahmat Tuhan yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan renovasi Museum Kesaktian Pancasila,” tegas Presiden Prabowo dalam pernyataan resminya.
Transformasi Museum Kesaktian Pancasila ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat edukasi sejarah yang memikat bagi generasi muda, tetapi juga benteng pengingat yang kokoh bahwa Pancasila adalah ideologi final yang tak tergoyahkan di bumi Indonesia.








