JENEWA , kritikpublik.id— Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan mengejutkan sekaligus tegas terkait konflik yang memanas dengan Iran. Di tengah spekulasi global, Trump memastikan Washington sama sekali tidak akan menggunakan senjata nuklir dalam operasi militernya terhadap Teheran, dengan alasan kekuatan konvensional AS sudah lebih dari cukup.
Kendati demikian, Trump secara terbuka mengancam akan melancarkan gempuran lanjutan menggunakan senjata konvensional masif, termasuk menargetkan fasilitas nuklir bawah tanah misterius di lokasi yang disebut Pickaxe Mountain.
Gempur Fasilitas Rahasia “Pickaxe Mountain” Tanpa Pasukan Darat
Dalam wawancara eksklusif bersama Newsmax, Kamis (16/10), Trump merespons laporan seputar rencana penggunaan bom konvensional terbesar di dunia yang dijuluki “mother of all bombs”. Ia menegaskan senjata pemusnah berdaya ledak raksasa tersebut bukanlah senjata nuklir, melainkan perangkat konvensional murni.
“Mother of all bombs bukanlah senjata nuklir. Itu hanya bom yang berukuran sangat besar,” tegas Trump.
Meski menutup rapat opsi nuklir, Trump mengarahkan pandangannya secara tajam ke fasilitas bawah tanah Iran. Ia memastikan target tersebut berada dalam radar militer AS untuk dilumpuhkan secara total.
“Sekarang kami sedang mengamati Pickaxe Mountain. Kami mungkin harus pergi ke sana. Kami akan menyerang lokasi itu. Kami akan melumpuhkannya dengan cepat,” ancam Trump.
Saat disinggung mengenai potensi pengerahan pasukan darat ke medan konflik, orang nomor satu di AS itu secara tegas menepisnya. “Tidak, saya rasa tidak. Saya rasa tidak,” ujarnya.
Trump juga menegaskan bahwa operasi militer ini krusial untuk memastikan Iran tidak memiliki celah sedikit pun untuk merakit senjata nuklir, guna mencegah eskalasi berulang di masa depan.
Klaim Mengejutkan: Perang Segera Berakhir dan Teheran Minta Gencatan Senjata
Selain ancaman militer, Trump melontarkan klaim optimis bahwa konfrontasi bersenjata dengan Iran bakal segera tuntas dalam waktu dekat seiring jalannya proses perundingan.
Menurutnya, tekanan yang diberikan Washington telah memaksa pihak Teheran meminta penghentian operasi militer.
“Perang Iran akan segera berakhir. Perang ini akan berakhir dalam waktu dekat. Dengan satu atau lain cara, perang ini akan segera berakhir. Harga minyak akan turun drastis, begitu pula harga bensin,” klaim Trump.
“Mereka meminta kami untuk berhenti. Dan kami melakukannya karena kami sedang berunding dengan mereka,” imbuhnya.
“Saya Tidak Mempercayai Siapa Pun”
Di penghujung wawancaranya, ketika ditanya mengenai tingkat kepercayaannya terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di tengah aliansi militer yang berjalan, Trump memberikan jawaban dingin yang mencerminkan realitas politik tingkat tinggi.
“Sejujurnya, saya tidak mempercayai siapa pun. Saya tidak mempercayai siapa pun. Dalam dunia politik, saya tidak mempercayai siapa pun,” pungkasnya.







