JAKARTA, kritikpublik.id — Indonesia menorehkan sejarah baru di kancah global. Pariwisata Ramah Muslim (PRM) tanah air resmi meroket ke peringkat kedua dunia dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026—melonjak drastis dari posisi kelima pada tahun sebelumnya.
Capaian fantastis ini diumumkan dalam ajang Indonesia Muslim Friendly Travel Summit yang menjadi bagian dari Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (16/10).
Tidak tanggung-tanggung, pasar wisata halal global kini tengah berada di angka raksasa dan diproyeksikan menyentuh USD424 miliar (sekitar Rp6.800 triliun) pada 2029. Dengan modal keindahan alam, kekayaan budaya, serta pengakuan internasional ini, Indonesia mendeklarasikan diri sebagai pusat gravitasi baru pariwisata halal dunia.
Tiga Jurus Jitu Bank Indonesia: Petakan Daerah, Kebut Digitalisasi
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali, menegaskan bahwa PRM bukan sekadar tren, melainkan motor penggerak ekonomi baru yang memperluas lapangan kerja dan memperkuat rantai nilai halal domestik. Guna mengunci momentum emas ini, Bank Indonesia menggelar tiga inisiatif strategis:
-
Peta Jalan & IMTI: Memanfaatkan Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) untuk memetakan kesiapan daerah secara presisi sebagai fondasi kebijakan nasional.
-
Peta Jalan PRM Nasional: Menghadirkan acuan pembangunan pariwisata yang terintegrasi dari pusat hingga ke daerah.
-
Pemberdayaan Desa Wisata: Menggembleng para pengelola desa wisata lokal agar memiliki daya saing global.
Tak berhenti di situ, kolaborasi strategis lewat peluncuran Indonesia Travel Pack pada September 2026 lalu sukses mengawinkan konektivitas digital, informasi destinasi, dan sistem pembayaran terintegrasi, termasuk perluasan QRIS Antarnegara demi memanjakan pelancong mancanegara sekaligus mendongkrak omzet UMKM lokal.
Menteri Pariwisata Sikat Pasar Global dengan AI dan Portal 38 Provinsi
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, membongkar strategi agresif pemerintah dalam menjaring target pasar global yang diproyeksikan mencapai 260 juta perjalanan dengan total pengeluaran tembus USD310 miliar.
Pemerintah secara resmi mengerahkan senjata digital mutakhir:
-
Portal Visit Indonesia: Menyajikan informasi lengkap destinasi ramah Muslim di 38 provinsi—mulai dari atraksi hingga paket wisata.
-
Asisten Pintar AI (MaiA): Teknologi Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia yang siap memandu turis merencanakan liburan personal secara instan dan akurat.
“Kita tidak hanya ingin mengatakan kepada wisatawan, inilah indahnya Indonesia, tetapi juga memberi tahu mereka cara menikmati dan menjelajahinya,” tegas Widiyanti tajam.
15 Provinsi Sabet Penghargaan IMTI 2026
Sebagai bentuk apresiasi atas akselerasi ekonomi daerah, Bank Indonesia turut meluncurkan Kajian Rekomendasi Peta Jalan PRM Nasional dan menganugerahi penghargaan kepada 15 daerah terbaik dalam IMTI 2026:
-
🥇 Jawa Barat
-
🥈 Jawa Tengah
-
🥉 Nusa Tenggara Barat (NTB)
-
🏅 Sumatera Barat, Jawa Timur, Aceh, Kepulauan Riau, Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Riau, Jambi, dan Batam.
Ekonomi Syariah Pilar Kemandirian Bangsa
Langkah masif ini sejalan langsung dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang menempatkan PRM sebagai program prioritas. Target pertumbuhan ekonomi syariah dipatok melesat tajam dari 10,28% (2025) menjadi 13,08% (2029), sekaligus memperkokoh Asta Cita 2 dalam mewujudkan kemandirian bangsa berbasis ekonomi kerakyatan.
Bagi masyarakat yang ingin merasakan langsung denyut kemajuan ekonomi syariah dan keindahan wisata nusantara, rangkaian ISEF 2026 masih berlangsung hingga 18 Oktober 2026 di JICC Jakarta.
Saatnya Indonesia memimpin peta pariwisata halal dunia!







